Selasa, 08 Juni 2010

Sejarah Bass seri BBYamaha

Yamaha bass seri BB mulai diproduksi mulai tahun 80-an adalah salah satu jenis bass yang sudah lama jadi pilihan pemain bass ternama, mulai dari Nathan East, Tony Kanal sampai Michael Anthony. Saat ini kita akan membahas seri baru dari bass BB yaitu Yamaha BB147BS.
Bass yang dipakai oleh basis ternama, Billy Sheehan, dan telah diperdengarkan dalam event Yamaha Bass Clinic itu memberikan dua pilihan warna, yaitu Black dan Lava Red. Untuk seri BB147BS yang warna hitam (Black) tentu saja mempunyai warna dominan warna hitam yang ada pada body, fingerboard dan headstock.
Desain bass seri Yamaha ini yang juga dikerjakan langsung oleh Billy Sheehan mempunyai kombinasi soap-bar/split-coil pickup dan tambahan double humbucker menghasilkan suara tone yang rendah. Desain pickup woofer-nya merupakan hasil kolaborasi dari YASH (Yamaha Artist Series Hollywood). Tiga control pickup yang terdiri dari Woofer PU volume, Main PU volume dan Master Tone W/Woofer PU Hi Cut Sw. Headstock-nya mengambil desain khas Yamaha seri BB, kokohnya kontruksi Bolt-on bass Yamaha, Bridge mengambil jenis solid brass, dan di bagian belakang body ada tempat kompartemen perkabelan elektroniknya. Tidak lupa dengan unsur elegan bass ini dibuat dengan lekukan di bagian belakang bawah body.
Seri BB714BS mempunyai bagian neck yang terbuat dari kayu rosewood, sedangkan fingerboard-nya dari kayu maple. Dengan skala fret yang berukuran 34”(863,6 mm) dan berjumlah 21 ini mempunyai neck yang lebih tipis dan ringkas sehingga membuatnya nyaman untuk dimainkan.
Ingin mencobanya untuk bereksperimen? Heavy, Klasik maupun Jazz tidak akan dikecewakan oleh Seri BB714BS yamaha ini. (sumber: Majalah kOrt)

Efek Bass

By : Friantama93
Harga Efek bass :

Zoom B2.1u

Efek Bass, Multi Effect
 
Harga Pasaran:
Rp. 1.750.000
  Zoom B2.1u

Boss GT-6B

Efek Bass, Multi Effect, MIDI
 
Harga Pasaran:
Rp. 3.500.000
  Boss GT-6B

Line 6 Bass POD XT Live Pro

Efek Bass, Multi Effect, USB, MIDI
 
Harga Pasaran:
Rp. 4.800.000
  Line 6 Bass POD XT Live Pro

Behringer Bass Graphic Equalizer BEQ700

Efek Bass, Single Pedal, Equalizer
 
Harga Pasaran:
Rp. 420.000
  Behringer Bass Graphic Equalizer BEQ700

Behringer Bass Chorus BCH100

Efek Bass, Single Pedal, Chorus
 
Harga Pasaran:
Rp. 420.000
  Behringer Bass Chorus BCH100

akan saya beli nantinya....target!!!!!! AMin kebeli !!!!

Memilih Bass F93 dalam waktu dekat

Klo kamu adalah orang yang baru belajar maen bass dan pengen beli bass baru, aku ada beberapa tips dalam memilih bass. Bagi kalian yang memiliki budget tinggi mungkin tidak masalah untuk membeli model bass yang kalian suka. Tapi bagi yang budgetnya minim, kalian butuh pengetahuan untuk bisa dapat bass di penyewaan alat musik yang baik tapi murah. Nah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bass di penyewaan sound system.

Neck
Bagian ini perlu diperhatikan, yang pertama adalah apakah ada truss rodnya, apakah masih lurus atau malah udah dikit bengkok. Biasanya klo bahannya terbuat dari kayu ada truss rodnya, beda dengan yang terbuat selain dari kayu tidak memiliki truss rod. Truss rod berfungsi untuk meluruskan neck yang mulai bengkok. Biasanya truss rood letaknya di kepala neck deket nut atau dibawah deket pick up. Klo misal bass yang udah dikit bengkok necknya mendingan jangan dibeli.

Wood
Ada beberapa kayu tertentu yang mempengaruhi bagus tidaknya sound sebuah bass di penyewaan alat musik, sebuah bass dari kayu tertentu akan punya sound lebih bagus daripada kayu lainnya atau malah bahan yang non kayu. Badan bass umunya dibuat dari kayu mahoni, walnut, maple dsb. Neck pun juga begitu, ada yang terbuat dari kayu maple, rosewood maupun wenge. Kayu wenge adalah tipikal kayu yang paling keras dan tahan terhadap perubahan cuaca seperti di Indonesia.

Tune machine
Bagian kepala bass, tempat senar dipasang ini. Ada beberapa merek bagus sepeti Gotoh di penyewaan sound system dan biasanya digunakan pada bass yang high end. Tune machine yang bagus tidak boleh terlalu keras atau juga sebaliknya.

Electronics
Dalam sebuah bass bisa dibagi atas 2 :
1. Pick up (neck & bridge pick up);
Pick up yang bagus tentunya tidak menghasilkan desis terlalu banyak. Pick up banyak pilihannya mulai dari Seymour Duncan yang soft, EMG, Di Marzio (agak sedikit macamnya untuk bass), Bartolini.

2. Tone control / control cavity (volume, treble, bass, dsb).
Bagian kedua adalah tone control. Di bawah tone control banyak terdapat komponen

elektronik. Tapi yang terpenting adalah back cover atau penutup control cavity ini harus dilapisi baik oleh cat khusus ataupun sejenis alumunium foil. Ini gunanya untuk meminimize 60Hz.

Bridge
Ada banyak tipe bridge, dan mungkin ada baiknya loe memilih yang mudah pada saat melakukan ganti senar. Artinya, senar tidak perlu dimasukan ke lubang dari bawah. Contohnya Alembic maupun Ibanez SDGR menggunakan bridge yang memudahkan tanpa harus memasukkan ujung senar dari bawah. Ini sangat membantu kalo mau ganti senar.

Overall weight
Berat keseluruhan juga harus perhitungkan. Kalo dipake untuk recording event organizer, mungkin berat tidak terlalu menjadi masalah, tapi jika mau beli bass untuk perform on stage event organizer, sebaiknya pilih yang tidak terlalu berat. Untuk bass dengan sambungan antara neck dengan body menggunakan baut biasanya lebih ringan daripada yang tanpa baut. Contohnya Alembic antara neck dengan body tidak menggunakan baut. Jadi hanya di lem tentunya ini menambah berat keseluruhan.
http://charismabassist.blogspot.com/

Senin, 07 Juni 2010

Berbeda tapi masih serupa


Dan yang ini contoh tentang analisa waktu buat guru SMA SMK dan Sekitarannya,,…


ANALIS WAKTU
TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Mata Pelajaran           :  Bahasa  Indonesia
Kelas                          :  XII Akuntansi & Adm. Perkantoran

B.  SEMESTER GENAP

1.      Jumlah minggu
No.
Nama Bulan
Jumlah Minggu
1
Januari
4
2
Februari
4
3
Maret
4
4
April
4
5
Mei
4
6
Juni
4

Jumlah
24

2.      Banyak minggu tidak efektif
2.1  Libur hari nasional        :  1 minggu
2.2  Libur Ujian Nasional    :  1 ½ minggu
2.3  Libur semester :  1 ½ minggu
2.4  Rapat / lain-lain            :  1 minggu   
      Jumlah              :  5 minggu

3.      Banyak minggu efektif         :  19 minggu
Jumlah  :  24 minggu – 5 minggu  = 19 minggu

4.      Banyak jam efektif
Banyak minggu efektif x jam pelajaran / minggu = 19 x 5 = 95 jam

Masih sperti yang bawah




Contoh (PKKM) Untuk guru-guru B.Indonesia yang belum dapat yang terbaru dari DIKNAS ni dia …….

PENENTUAN  KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

Nama Sekolah :  SMK PGRI 29 Jakarta
Kelas                           :  XII AK – AP
Semester                      :  5 & 6
Standar Kompetensi     :  1.   Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul.
2.      Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul.
3.      Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul.
4.      Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul.
5.      Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul.

Kompetensi Dasar / Indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Kriteria Penentuan Ketuntasan
Nilai
KKM
Kompleksitas
Daya
Dukung
Intake

3.1    Menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana.

65
70
68
67




3.2   Mengapresiasi secara lisan seni  berbahasa dan teks ilmiah sederhana.

63
68
65
65

3.3  Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana.

65
68
65
66

3.4   Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat

65
70
68
67

3.5   Menulis laporan ilmiah sederhana

65
68
65
66
Rata – rata
66




                                                                                                         Jakarta, 13 Juli 2009
                                                                                                          Guru mata pelajaran




                                                                                                                     Ani Spd

Dari DEPDIKNAS



Untuk guru-guru B.Indonesia yang belum punya SAP terbaru dari DIKNAS ni dia …….

PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI BAHASA INDONESIA NON TEKNIK
KELAS XI ADM. PERKANTORAN

No.
KODE
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
KELAS / SMT
ALOKASI WAKTU

1.



2.



3.


4.



5.


6.


7.

2



2



2


2



2


2


2

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya


Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya


Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya


Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya


2.1  Menyimak untuk menyimpulkan informasi
       yang tidak bersifat perintah dalam konteks
       bekerja

2.2  Menyimak untuk memahami perintah lisan
       yang diungkapkan maupun tidak dalam
       konteks bekerja

2.3  Memahami perintah kerja tertulis


2.4  Membaca untuk memahami makna kata,
       bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam
       konteks bekerja

2.5       Menggunakan secara lisan kalimat Tanya / pertanyaan dalam konteks bekerja

2.6       Membuat Parafrasa lisan dalam konteks bekerja

2.7       Menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi

XI AP /
3 & 4


XI AP /
3 & 4


XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4


XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4



6



4



4


4



4


4


4


                                                            
No.
KODE
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
KELAS / SMT
ALOKASI WAKTU

8.


9.


10.


11.


12.


13.


14.

2


2


2


2


2


2


2

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Madya

2.8  Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra
       bicara dalam konteks bekerja

2.8       Berdiskusi yang bermakna dalam konteks
       bekerja

2.10        Menulis wacana yang bercorak naratif,
         deskriptif, ekspositoris, dan argumentative

2.11        Menyampaikan laporan atau presentasi
         lisan dalam konteks bekerja

2.12  Menulis wacana yang bercorak naratif,
         deskriptif, ekspositoris, dan argumentatif

2.13      Meringkas teks tertulis dalam konteks 
         bekerja

2.14      Menyimpulkan isi teks tertulis dalam 
         konteks bekerja

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4

XI AP /
3 & 4



6


6


4


6


10


4


6


PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI BAHASA INDONESIA NON TEKNIK
KELAS XII AKUNTANSI DAN ADM. PERKANTORAN


No.
KODE
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
KELAS / SMT
ALOKASI WAKTU

1.



2.


3.


4.


5.




3



3


3


3


3




Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul


Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Unggul


3.1       Menyimak untuk memahami secara kreatif
        teks seni berbahasa dan teks ilmiah
        sederhana

3.2       Mengapresiasikan secara lisan teks seni
       berbahasa dan teks ilmiah sederhana

3.3       Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah
       sederhana.

3.4       Menulis surat dengan memperhatikan jenis
        surat.

3.5       Menulis laporan ilmiah sederhana


XII AK / AP 5 & 6

XII AK / AP 5 & 6

XII AK / AP 5 & 6

XII AK / AP 5 & 6

XII AK / AP 5 & 6



10



10


6


10


4