Rabu, 24 Maret 2010

Tgs Bab4 no.3


TUGAS BAB 4 (no.3)

Menurut Saya :
Dari pemikiran saya setelah membaca beberapa sumber bacaan, produksi optimal adalah produksi yang memiliki faktor-faktor tentang pencapaian, target produksi itu sendiri secara tepat dan akurat, sehingga sumber daya apa yang ada serta didampingi konsep teori bersatu padu menghasilkan sebuah kestabillan dalam menjalankan produksi itu sendiri. Sehingga laba-rugi bisa saling ditutupi dan akan memberikan kestabilan sebuah perusahaan maupun individu itu sendiri, yang menjadikan keuntungan dapat diraih. 
Contoh Produksi Optimal
Penentuan pola produksi optimal pada produksi kain batik printing pada perusahaan batik Rembulan, Surakarta.

Penentuan pola produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil ramalan penjualan tahun 2007 dan untuk mengetahui pola produksi optimal yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan Batik Rembulan.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Batik Rembulan yang berlokasi di jalan Parangkesin nomor 38 Sondakan, Surakarta. Dalam melakukan analisis data yang ada dalam perusahaan yang sesuai dengan pokok permasalahan , maka teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang mempertimbangkan biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari  masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang dipertimbangkan adalah biaya simpan,biaya lembur, biaya perputaran tenaga kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola penjualan yang ada dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan metode exponential smoothing Alpha 0.5.

Hasildari ramalan penjuan kain batik printing dari bulan Januari sampai Desember tahun 2007 adalah 21.625,7 meter, 29.970,7 meter, 23.872,5 meter, 13.436,2 meter, 10.301,3 meter, 14.049,4 meter, 17.850,4 meter, 22.316,6 meter, 25.665,7 meter, 26.902,9 meter, 25.655,3 meter, 21.815,6 meter. Dengan demikian pola penjualan yang dimiliki perusahaan adalah berfluktuasi. Sedangkan hasil analisis incremental cost pada pola produksi konstan memiliki biaya tambahan sebesar Rp 9.350.946, pada pola produksi bergelombang sebesar Rp 14.599.725 dan pada pola produksi moderat memiliki biaya tambahan sebesar Rp 4.805.442.

Dari hasil analisis yang ada penulis menyarankan bagi perusahaan untuk menerapkan pola produksi moderat pada produksi tahun 2007 dan melakukan peramalan penjualan tiap periodenya.

Tugas Bab4

TUGAS BAB 4 (no.3)
Menurut Saya :
Dari pemikiran saya setelah membaca beberapa sumber bacaan, produksi optimal adalah produksi yang memiliki faktor-faktor tentang pencapaian, target produksi itu sendiri secara tepat dan akurat, sehingga sumber daya apa yang ada serta didampingi konsep teori bersatu padu menghasilkan sebuah kestabillan dalam menjalankan produksi itu sendiri. Sehingga laba-rugi bisa saling ditutupi dan akan memberikan kestabilan sebuah perusahaan maupun individu itu sendiri, yang menjadikan keuntungan dapat diraih.
Contoh Produksi Optimal
Penentuan pola produksi optimal pada produksi kain batik printing pada perusahaan batik Rembulan, Surakarta.

Penentuan pola produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil ramalan penjualan tahun 2007 dan untuk mengetahui pola produksi optimal yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan Batik Rembulan.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Batik Rembulan yang berlokasi di jalan Parangkesin nomor 38 Sondakan, Surakarta. Dalam melakukan analisis data yang ada dalam perusahaan yang sesuai dengan pokok permasalahan , maka teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang mempertimbangkan biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang dipertimbangkan adalah biaya simpan,biaya lembur, biaya perputaran tenaga kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola penjualan yang ada dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan metode exponential smoothing Alpha 0.5.

Hasildari ramalan penjuan kain batik printing dari bulan Januari sampai Desember tahun 2007 adalah 21.625,7 meter, 29.970,7 meter, 23.872,5 meter, 13.436,2 meter, 10.301,3 meter, 14.049,4 meter, 17.850,4 meter, 22.316,6 meter, 25.665,7 meter, 26.902,9 meter, 25.655,3 meter, 21.815,6 meter. Dengan demikian pola penjualan yang dimiliki perusahaan adalah berfluktuasi. Sedangkan hasil analisis incremental cost pada pola produksi konstan memiliki biaya tambahan sebesar Rp 9.350.946, pada pola produksi bergelombang sebesar Rp 14.599.725 dan pada pola produksi moderat memiliki biaya tambahan sebesar Rp 4.805.442.

Dari hasil analisis yang ada penulis menyarankan bagi perusahaan untuk menerapkan pola produksi moderat pada produksi tahun 2007 dan melakukan peramalan penjualan tiap periodenya.

Tgs Bab 3 no3


TUGAS BAB 3 (no.3)



PENGERTIAN KEPUASAN KONSUMEN

Tingkah laku konsumen (Consumer Behavior) dapat dianalisis dengan melakukan kuantifikasi kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi barang. Metode ini disebut dengan pendekatan Kardinal, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya.

Atau dalam pengertian lain  sebagai berikut :


TEORI PERILAKU KONSUMEN


Menerangkan perilaku pembeli dalam menggunakan dan membelanjakan

pendapatan yang diperolehnya, yaitu :

-          Alasan para pembeli / konsumen untuk membeli lebih banyak barang pada harga yang lebih rendah akan mengurangi pembelian pada harga yang tinggi.

-          Bagaimana seseorang konsumen menentukan jumlah dan komposisi dari barang yang akan dibeli dari pendapatan yang diperolehnya.

Nilai guna (utility) adalah kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi barang-barang. Jika kepuasan itu makin tinggi, maka makin tinggi pula nilai gunanya (utility-nya).

Macam-macam Guna

Kegunaan memiliki beberapa macam kegunaan yang meliputi:

a. Kegunaan unsur ( element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut.

Contoh: terigu yang dipergunakan untuk membuat kue.

b. Kegunaan tempat ( place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya.

Contoh: Pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.

c. Kegunaan waktu ( time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya.

Contoh: Payung digunakan pada saat hujan.

d. Kegunaan bentuk ( form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya.

Contoh: Kayu gelondongan dirubah menjadi meja.

e. Kegunaan kepemilikan ( ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki.

Contoh: Mesin jahit yang dibeli dari toko mesin jahit.

g. Kegunaan pelayanan ( service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan.

Contoh: Dokter mengobati pasiennya.

Pengertiaan Nilai-nilai Guna Total dan Nilai-nilai Guna Marjinal

a. Nilai Guna Total (total utility)

adalah jumlah seluruh kepuasn yang diperoleh dari mengkomsumsi sejumlah barang

b. Nilai Guna Marginal (marginal utility)

adalah tambahan penggunaan dari penambahan 1 unit barang yang di konsumsi.

Hipotetis utama teori nilai guna (hukum nilai guna marginal semakin menurun) Bunyi hipotetisnya ialah:

“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut teru menerus menambah komsumsinya keatas barang tersebut dan pada kahirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif”



Pendekatan Kardinal dan Ordinal

Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan.

1. pendekatan nilai guna(utility) kordinal.

2. pendekatan nilai guna ordinal.

  • Nilai guna kardinal menyatakan : kenikmatan yang diraih konsumen dapat dinyatakn secara kuantatif.

  • Nilai guna ordinal menyataka : kenikmatan yang diperoleh konsumen dalam mengkansusikan barang tidak dikuantifikasi.

  • Nilai guna (utility) adalah kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari mengkonsumsi suatu barang.

Syarat Keseimbangan Konsumen

Perlindungan konsumen adalah jaminan yang seharusnya didapatkan oleh para konsumen atas setiap produk bahan makanan yang dibeli. Namun dalam kenyataannya saat ini konsumen seakan-akan dianak tirikan oleh para produsen. Dalam beberapa kasus banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang merugikan para konsumen dalam tingkatan yang dianggap membahayakan kesehatan bahkan jiwa dari para konsumen. Beberapa contohnya adalah :

· Makanan kadaluarsa yang kini banyak beredar berupa parcel dan produk-produk kadaluarsa pada dasarnya sangat berbahaya karena berpotensi ditumbuhi jamur dan bakteri yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan.

· Masih ditemukan ikan yang mengandung formalin dan boraks, Daging sisa atau bekas dari hotel dan restoran yang diolah kembali, dan Produk susu China yang mengandung melamin.

Dari keempat contoh diatas dapat kita ketahui bahwa konsumen menjadi pihak yang paling dirugikan. Selain konsumen harus membayar dalam jumlah atau harga yang boleh dikatakan semakin lama semakin mahal, konsumen juga harus menanggung resiko besar yang membahayakan kesehatan dan jiwanya hal yang memprihatinkan adalah peningkatan harga yang terus menerus terjadi tidak dilandasi dengan peningkatan kualitas atau mutu produk.

TUGAS BAB 3 (no.1)


TUGAS BAB 3 (no.1)

Pengertian  Konsumen dalam Tinjauan TOU
a. Pengertian tentang Konsumen
Dalam Tinjauan TOU konsumen, terdapat banyak pengertian tentang konsumen.  Terdapat berbagai pengertian mengenai konsumen walaupun tidak terdapat  perbedaan yang mencolok antara satu pendapat dengan pendapat lainnya. Konsumen sebagai peng-Indonesia-an istilah asing (Inggris) yaitu consumer, secara harfiah dalam kamus-kamus diartikan sebagai "seseorang atau sesuatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu"; atau "sesuatu atau seseorang yang mengunakan suatu persediaan atau sejumlah barang". ada juga yang mengartikan " setiap orang yang menggunakan barang atau jasa".
Dari pengertian diatas terlihat bahwa ada pembedaan antar konsumen sebagai orang alami atau pribadi kodrati dengan konsumen sebagai perusahan atau badan hukum pembedaan ini penting untuk membedakan apakah konsumen tersebut menggunakan barang tersebut untuk dirinya sendiri atau untuk tujuan komersial (dijual, diproduksi lagi).
Perancis mendefinisikan konsumen sebagai; "A privat person using goods and services for privat ends". Sementara Spanyol menganut definisi konsumen sebagai berikut: "Any individual or company who is the ultimate buyer or user of personal or real property , products , services, or activities, regardless of wheter the seller, supplier or producer is a public or private entity, acting alone or collectively".
Tim peneliti UI menyatakan, Konsumen adalah setiap orang atau keluarga yang mendapatkan barang untuk dipakai dan tidak untuk dipakai dan tidak untuk diperdagangkan. Tim Peneliti UI tidak membatasi konsumen dalam hubungan dengan didapatkannya barang, yaitu dalam hal ini tidak perlu ada hubungan jual beli. Misalnya seorang kepala keluarga yang membeli barang untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, maka anggota keluarga yang memakai walau tidak membeli langsung juga merupakan kategori konsumen. Berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang mulai berlaku satu bulan sejak pengundangannya, yaitu 20 April 1999. Pasal 1 butir 2 mendefinisikan konsumen sebagai … "Setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingaan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan." Definisi ini sesuai dengan pengertian bahhwa konsumen adalah end user / pengguna terakhir, tanpa si konsumen merupakan pembeli dari barannng dan/atau jasa tersebut. BPHN: “Pemakai akhir dari barang, digunakan untuk keperluan diri sendiri atau orang lain dan tidak diperjual belikan”. Yang dimaksud dengan konsumen adalah end user atau pengguna terakhir. Siapa yang dimaksud dengan konsumen akhir ada beberapa batasan.

Tugas SoftSkill/TOU batas akhir 26Mar

TUGAS SoftSkills M3 batas akhir 26Mar

(No. 4)

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Hukum permintaan
” Makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta ; sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”.
Hukum penawaran
” Makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”.
Kurva Permintaan dan Fungsi Permintaan
Kurve permintaan adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riel di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk tabel.
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan
oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :
Harga barang itu sendiri
Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut
Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat
Selera seseorang atau masyarakat
Jumlah penduduk.
Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan seperti yang telah disebutkan diatas, maka dapat disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut :
Qd = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D), di mana :
Qd = jumlah barang yang diminta
Pq = harga barang itu sendiri
Ps.i = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,…,n)
Y = pendapatan
S = selera
D = jumlah penduduk.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri Terhadap Permintaan
Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan.
Kurva Penawaran dan Fungsi Penawaran
Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran :
Harga barang itu sendiri
Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)
Biaya produksi
Tujuan-tujuan perusahaan
Tingkat teknologi yang digunakan
Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran).
Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. Fungsi penawaran secara umum ditulis :
Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana :
Qs = jumlah barang yang ditawarkan
Pq = harga barang itu sendiri
Pl.i = harga barang-barang lain (i = 1,2, ….,n)
O = tujuan-tujuan perusahaan
T = tingkat teknologi yang digunakan.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri
Apabila pengaruh harga barang itu sendiri (Pq) terhadap jumlah barang yang ditawarkan (Qs) ditunjukkan oleh gerakan naik-turun di sepanjang kurve penawaran, maka untuk pengaruh harga barang-barang lain (Pl), biaya produksi (C), tujuan-tujuan perusahaan (O), dan teknologi (T) ditunjukkan oleh pergeseran kurve penawaran ke kiri atau ke kanan.
Penentuan Harga Pasar dan Jumlah Barang Yang Diperjualbelikan
Harga pasar atau harga keseimbangan :
Tingkat harga di mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.
Penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan dalam keadaan
keseimbangan dapat dilakukan melalui tiga cara :
tabel (angka)
grafik (kurve)
matematik
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.

Tugas TOU m2

TUGAS SOFTSKILL MATERI KE-3
(2. Hukum Permintaan dan Penawaran)


.HUKUM PERMINTAAN dan PENAWARAN.

Interaksi antara pembeli dan penjual di pasar akan menentukan tingkat harga

barang dan jumlah barang yang diperjual belikan di pasar. Selanjutnya muncul teori

permintaan (demand) dan teori penawaran (supply), dimana teori permintaan

menerangkan tenang sifat permintaan para pembeli terhadap suatu barang, sedangkan

teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan suatu barang

yang akan dijualnya. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan

penawaran oleh penjual, maka dapat ditujukan bagaimana interaksi antara pembeli

dan penjual dalam menentukan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah barang

yang akan diperjual belikan.

Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar

merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli

dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas

untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai

 

Hukum Permintaan

transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu

(baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga.

Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan

penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja

dengan baik dalam situasi yang sederhana.

 

 

TEORI PERMINTAAN

Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.

Faktor-faktor terpenting dalam penentuan permintaan antara lain :

-Harga barang itu sendiri.

-Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.

-Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.

-Cita rasa masyarakat.

-Ramalan mengenai keadaan masa yang akan datang.

 

Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa “permintaan suatu barang terutama

dipengaruhi oleh tingkat harganya”. Oleh sebab itu dalam teori permintaan yang

terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan

harga barang tersebut. Analisis tersebut diasumsikan bahwa “faktor-faktor” lain tidak

mengalami perubahan” atau ceteris paribus. Dengan demikian, bila harga suatu

barang meningkat, maka kuantitas (jumlah) barang yang diminta akan berkurang atau

menurun, dengan asumsi ceteris paribus berlaku. Apabila dinyatakan dalam tabel,

"permintaan" dapat dimisalkan sebagai berikut :

Apabila dinyatakan dalam bentuk matematis dapat ditulis :

Qd = f(H, Hs, Hk, Y, t)

dimana :

Qd = Jumlah barang yang diminta

H = Harga barang yang bersangkutan

 

Hs = Harga barang substitusi

Hk = Harga barang komplementer

Y = Pendapatan konsumen\

t = Selera (taste), biasanya faktor ini dihilangkan karena sulit untuk

mengukurnya secara kuantitatif.

Rumusan tersebut dapat dibaca sbb : Jumlah barang tertentu yang diminta

tergantung atas tingkat harga barang tersebut, harga barang lain yang bersifat

substitusi, tingkat harga barang lain yang bersifat komplementer, pendapatan

konsumen dan selera. Keunggulan pendekatan matematis dibanding dengan grafis

yaitu tidak diharuskan pernyataan ceteris paribus.

 

HARGA DAN PERMINTAAN

Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu

barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakekatnya adalah

hipotesis yang menyatakan “makin rendah harga suatu barang, maka makin

banyak permintaan terhadap barang tersebut dan sebaliknya makin tinggi

harga suatu barang, maka makin sedikit permintaan terhadap barang

tersebut”.

 Jumlah permintaan dan tingkat harga memiliki hubungan seperti tersebut

karena :

. Kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang dapat

digunakan sebagai pengganti terhadap barang yang mengalami kenaikan harga.

Sebaliknya, apabila harga turun, maka orang mengurangi pembelian terhadap

barang lain yang sama jenisnya dan menambah pembelian terhadap barang yang

mengalami penurunan harga.

. Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil para pembeli berkurang,

pendapatan yang merosot tersebut memaksa para pembeli untuk mengurangi

pembelian terhadap berbagai jenis barang terutama barang yang mengalami

kenaikan harga.

 

PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN

Dalam kenyataan banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga

ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis

mengenai teori permintaan, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting

lainnya dapat mempengaruhi permintaan, antara lain :

- Harga Barang Lain

. Barang Pengganti.

. Barang Pelengkap.

. Barang Netral.

- Pendapatan Para Pembeli

. Barang Inferior.

. Barang Esensial.

. Barang Normal.

. Barang Mewah.

- Beberapa faktor Lainnya.

. Distribusi Pendapatan.

. Cita Rasa Masyarakat.

. Jumlah Penduduk.

. Ekspektasi Tentang Masa Depan.

 

Cobol Program's

JUFRIAN PRATAMA

11108088


2 KA 08

IDENTIFICATION DIVISION.

PROGRAM-ID. PILIHPILIH.

AUTHOR. FRIANTAMA.

ENVIRONMENT DIVISION.

DATA DIVISION.

WORKING-STORAGE SECTION.

77 CHOICE PIC 9.

01 MAJALAH PIC X.

02 GUITARTAB VALUE 1.

02 BASSTAB VALUE 2.

02 MUSICART VALUE 3.

02 MANMUSIC VALUE 4.

01 KOMIK PIC X.

02 HAGEMARU VALUE 1.

02 CHIBICHAN VALUE 2.

02 DORAEMON VALUE 3.

02 IQSHAN VALUE 4.

01 NOVEL PIC X.

02 LUPUS VALUE 1.

02 JONI VALUE 2.

02 CONAN VALUE 3.

02 SHERRIF VALUE 4.

01 DVD PIC X.

02 THEDOCTOR VALUE 1.

02 MEDALION VALUE 2.

02 PROJECTD VALUE 3.

02 POLICES1 VALUE 4.

SCREEN SECTION.

01 HAPUS-LAYAR.

02 BLANK SCREEN.

01 TOP-BUYS.

02 BLANK SCREEN.

02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE

'TOP BUYS CATEGORIES'.

02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.

MAJALAH' HIGHLIGHT.

02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.

COMIC' REVERSE-VIDEO.

02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.

NOVEL' BLINK.

02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE

'4. DVD' UNDERLINE.

01 MAJALAH-CATEGORIES.

02 BLANK SCREEN.

02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE

'MAJALAH'.

02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.

GUITARTAB' HIGHLIGHT.

02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.

BASSTAB' REVERSE-VIDEO.

02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.

MUSICART' BLINK.

02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.

MANMUSIC' UNDERLINE.

01 KOMIK-CATEGORIES.

02 BLANK SCREEN.

02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE

'KOMIK'.

02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.

HAGEMARU' HIGHLIGHT.

02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.

CHIBICHAN' REVERSE-VIDEO.

02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.

DORAEMON' BLINK.

02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.

IQSHAN' UNDERLINE.

01 NOVEL-CATEGORIES.

02 BLANK SCREEN.

02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE

'NOVEL'.

02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.

LUPUS' HIGHLIGHT.

02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.

JONI' REVERSE-VIDEO.

02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.

CONAN' BLINK.

02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.

SHERRIF' UNDERLINE.

01 DVD-CATEGORIES.

02 BLANK SCREEN.

02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE

'DVD'.

02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.

THEDOCTOR' HIGHLIGHT.

02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.

MEDALION' REVERSE-VIDEO.

02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.

PROJECTD' BLINK.

02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.

POLICES1' UNDERLINE.

PROCEDURE DIVISION.

MULAI.

PERFORM INPUT-PILIHAN.

SELESAI.

STOP RUN.

INPUT-PILIHAN.

DISPLAY TOP-BUYS.

DISPLAY SPACE.

DISPLAY (13,25) 'WHAT

CATEGORIES?(1..4)(ESC/ENTER

FOR EXIT)'.

ACCEPT (13,25) CHOICE WITH

AUTO-SKIP.

DISPLAY SPACE.

GO TO 1, 2, 3, 4 DEPENDING ON

CHOICE.

DISPLAY (20,5) 'PRESS ENTER

FOR EXIT'.

MOVE SPACE TO CHOICE.

ACCEPT (20, ) CHOICE WITH

AUTO-SKIP.

1.

DISPLAY MAJALAH-CATEGORIES.

DISPLAY SPACE.

DISPLAY (13,25) 'APA MAJALAH

YANG ANDA INGIN BELI?(1..4)'.

ACCEPT MAJALAH.

DISPLAY HAPUS-LAYAR.

IF MAJALAH = 1

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

MAJALAH GUITAR TAB'.

IF MAJALAH = 2

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

MAJALAH BASS TAB'.

IF MAJALAH = 3

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

MAJALAH MUSIC ART'.

IF MAJALAH = 4

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

MAJALAH MAN MUSIC'.

GO TO BACK-TO-MAINMENU.

2.

DISPLAY KOMIK-CATEGORIES.

DISPLAY SPACE.

DISPLAY (13,20) 'APA KOMIK

YANG INGIN ANDA BELI?(1..4)'.

ACCEPT KOMIK.

DISPLAY HAPUS-LAYAR.

IF KOMIK = 1

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

KOMIK HAGEMARU'.

IF KOMIK = 2

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

KOMIK CHIBI CHAN'.

IF KOMIK = 3

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

KOMIK DORAEMON'.

IF KOMIK = 4

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

KOMIK IQ SHAN'.

GO TO BACK-TO-MAINMENU.

3.

DISPLAY NOVEL-CATEGORIES.

DISPLAY SPACE.

DISPLAY (13,25) 'APA NOVEL

YANG INGIN ANDA BELI?(1..4)'.

ACCEPT NOVEL.

DISPLAY HAPUS-LAYAR.

IF NOVEL= 1

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

NOVEL LUPUS'.

IF NOVEL = 2

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

NOVEL JONI'.

IF NOVEL = 3

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

NOVEL CONAN'.

IF NOVEL = 4

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

NOVEL SHERRIF'.

GO TO BACK-TO-MAINMENU.

4.

DISPLAY DVD-CATEGORIES.

DISPLAY SPACE.

DISPLAY (13,25) 'APA DVD YANG

INGIN ANDA BELI?(1..4)'.

ACCEPT DVD.

DISPLAY HAPUS-LAYAR.

IF DVD = 1

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

DVD THE DOCTOR'.

IF DVD = 2

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

DVD MEDALION'.

IF DVD = 3

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

DVD PROJECT D'.

IF DVD = 4

DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI

DVD POLICE STORY 1'.

GO TO BACK-TO-MAINMENU.

BACK-TO-MAINMENU.

DISPLAY (20,5) 'PRESS ENTER FOR BACK TO MAIN MENU'.

ACCEPT (20, ) CHOICE WITH AUTO-SKIP.

GO TO INPUT-PILIHAN.