Rabu, 24 Maret 2010
Tgs Bab4 no.3
Tugas Bab4
Menurut Saya :
Dari pemikiran saya setelah membaca beberapa sumber bacaan, produksi optimal adalah produksi yang memiliki faktor-faktor tentang pencapaian, target produksi itu sendiri secara tepat dan akurat, sehingga sumber daya apa yang ada serta didampingi konsep teori bersatu padu menghasilkan sebuah kestabillan dalam menjalankan produksi itu sendiri. Sehingga laba-rugi bisa saling ditutupi dan akan memberikan kestabilan sebuah perusahaan maupun individu itu sendiri, yang menjadikan keuntungan dapat diraih.
Contoh Produksi Optimal
Penentuan pola produksi optimal pada produksi kain batik printing pada perusahaan batik Rembulan, Surakarta.
Penentuan pola produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil ramalan penjualan tahun 2007 dan untuk mengetahui pola produksi optimal yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan Batik Rembulan.
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Batik Rembulan yang berlokasi di jalan Parangkesin nomor 38 Sondakan, Surakarta. Dalam melakukan analisis data yang ada dalam perusahaan yang sesuai dengan pokok permasalahan , maka teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang mempertimbangkan biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang dipertimbangkan adalah biaya simpan,biaya lembur, biaya perputaran tenaga kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola penjualan yang ada dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan metode exponential smoothing Alpha 0.5.
Hasildari ramalan penjuan kain batik printing dari bulan Januari sampai Desember tahun 2007 adalah 21.625,7 meter, 29.970,7 meter, 23.872,5 meter, 13.436,2 meter, 10.301,3 meter, 14.049,4 meter, 17.850,4 meter, 22.316,6 meter, 25.665,7 meter, 26.902,9 meter, 25.655,3 meter, 21.815,6 meter. Dengan demikian pola penjualan yang dimiliki perusahaan adalah berfluktuasi. Sedangkan hasil analisis incremental cost pada pola produksi konstan memiliki biaya tambahan sebesar Rp 9.350.946, pada pola produksi bergelombang sebesar Rp 14.599.725 dan pada pola produksi moderat memiliki biaya tambahan sebesar Rp 4.805.442.
Dari hasil analisis yang ada penulis menyarankan bagi perusahaan untuk menerapkan pola produksi moderat pada produksi tahun 2007 dan melakukan peramalan penjualan tiap periodenya.
Tgs Bab 3 no3
TUGAS BAB 3 (no.3)
- Nilai guna kardinal menyatakan : kenikmatan yang diraih konsumen dapat dinyatakn secara kuantatif.
- Nilai guna ordinal menyataka : kenikmatan yang diperoleh konsumen dalam mengkansusikan barang tidak dikuantifikasi.
- Nilai guna (utility) adalah kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari mengkonsumsi suatu barang.
TUGAS BAB 3 (no.1)
Tugas SoftSkill/TOU batas akhir 26Mar
(No. 4)
PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN
” Makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta ; sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”.
Hukum penawaran
” Makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”.
Kurva Permintaan dan Fungsi Permintaan
Kurve permintaan adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riel di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk tabel.
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan
oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :
Harga barang itu sendiri
Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut
Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat
Selera seseorang atau masyarakat
Jumlah penduduk.
Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan seperti yang telah disebutkan diatas, maka dapat disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut :
Qd = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D), di mana :
Qd = jumlah barang yang diminta
Pq = harga barang itu sendiri
Ps.i = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,…,n)
Y = pendapatan
S = selera
D = jumlah penduduk.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri Terhadap Permintaan
Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan.
Kurva Penawaran dan Fungsi Penawaran
Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran :
Harga barang itu sendiri
Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)
Biaya produksi
Tujuan-tujuan perusahaan
Tingkat teknologi yang digunakan
Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran).
Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. Fungsi penawaran secara umum ditulis :
Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana :
Qs = jumlah barang yang ditawarkan
Pq = harga barang itu sendiri
Pl.i = harga barang-barang lain (i = 1,2, ….,n)
O = tujuan-tujuan perusahaan
T = tingkat teknologi yang digunakan.
Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri
Apabila pengaruh harga barang itu sendiri (Pq) terhadap jumlah barang yang ditawarkan (Qs) ditunjukkan oleh gerakan naik-turun di sepanjang kurve penawaran, maka untuk pengaruh harga barang-barang lain (Pl), biaya produksi (C), tujuan-tujuan perusahaan (O), dan teknologi (T) ditunjukkan oleh pergeseran kurve penawaran ke kiri atau ke kanan.
Penentuan Harga Pasar dan Jumlah Barang Yang Diperjualbelikan
Harga pasar atau harga keseimbangan :
Tingkat harga di mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.
Penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan dalam keadaan
keseimbangan dapat dilakukan melalui tiga cara :
tabel (angka)
grafik (kurve)
matematik
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
Tugas TOU m2
(2. Hukum Permintaan dan Penawaran)
.HUKUM PERMINTAAN dan PENAWARAN.
Interaksi antara pembeli dan penjual di pasar akan menentukan tingkat harga
barang dan jumlah barang yang diperjual belikan di pasar. Selanjutnya muncul teori
permintaan (demand) dan teori penawaran (supply), dimana teori permintaan
menerangkan tenang sifat permintaan para pembeli terhadap suatu barang, sedangkan
teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan suatu barang
yang akan dijualnya. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan
penawaran oleh penjual, maka dapat ditujukan bagaimana interaksi antara pembeli
dan penjual dalam menentukan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah barang
yang akan diperjual belikan.
Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar
merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli
dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas
untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai
Hukum Permintaan
transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu
(baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga.
Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan
penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja
dengan baik dalam situasi yang sederhana.
TEORI PERMINTAAN
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.
Faktor-faktor terpenting dalam penentuan permintaan antara lain :
-Harga barang itu sendiri.
-Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
-Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
-Cita rasa masyarakat.
-Ramalan mengenai keadaan masa yang akan datang.
Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa “permintaan suatu barang terutama
dipengaruhi oleh tingkat harganya”. Oleh sebab itu dalam teori permintaan yang
terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan
harga barang tersebut. Analisis tersebut diasumsikan bahwa “faktor-faktor” lain tidak
mengalami perubahan” atau ceteris paribus. Dengan demikian, bila harga suatu
barang meningkat, maka kuantitas (jumlah) barang yang diminta akan berkurang atau
menurun, dengan asumsi ceteris paribus berlaku. Apabila dinyatakan dalam tabel,
"permintaan" dapat dimisalkan sebagai berikut :
Apabila dinyatakan dalam bentuk matematis dapat ditulis :
Qd = f(H, Hs, Hk, Y, t)
dimana :
Qd = Jumlah barang yang diminta
H = Harga barang yang bersangkutan
Hs = Harga barang substitusi
Hk = Harga barang komplementer
Y = Pendapatan konsumen\
t = Selera (taste), biasanya faktor ini dihilangkan karena sulit untuk
mengukurnya secara kuantitatif.
Rumusan tersebut dapat dibaca sbb : Jumlah barang tertentu yang diminta
tergantung atas tingkat harga barang tersebut, harga barang lain yang bersifat
substitusi, tingkat harga barang lain yang bersifat komplementer, pendapatan
konsumen dan selera. Keunggulan pendekatan matematis dibanding dengan grafis
yaitu tidak diharuskan pernyataan ceteris paribus.
HARGA DAN PERMINTAAN
Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu
barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakekatnya adalah
hipotesis yang menyatakan “makin rendah harga suatu barang, maka makin
banyak permintaan terhadap barang tersebut dan sebaliknya makin tinggi
harga suatu barang, maka makin sedikit permintaan terhadap barang
tersebut”.
Jumlah permintaan dan tingkat harga memiliki hubungan seperti tersebut
karena :
. Kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang dapat
digunakan sebagai pengganti terhadap barang yang mengalami kenaikan harga.
Sebaliknya, apabila harga turun, maka orang mengurangi pembelian terhadap
barang lain yang sama jenisnya dan menambah pembelian terhadap barang yang
mengalami penurunan harga.
. Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil para pembeli berkurang,
pendapatan yang merosot tersebut memaksa para pembeli untuk mengurangi
pembelian terhadap berbagai jenis barang terutama barang yang mengalami
kenaikan harga.
PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN
Dalam kenyataan banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga
ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis
mengenai teori permintaan, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting
lainnya dapat mempengaruhi permintaan, antara lain :
- Harga Barang Lain
. Barang Pengganti.
. Barang Pelengkap.
. Barang Netral.
- Pendapatan Para Pembeli
. Barang Inferior.
. Barang Esensial.
. Barang Normal.
. Barang Mewah.
- Beberapa faktor Lainnya.
. Distribusi Pendapatan.
. Cita Rasa Masyarakat.
. Jumlah Penduduk.
. Ekspektasi Tentang Masa Depan.
Cobol Program's
JUFRIAN PRATAMA
11108088
2 KA 08
IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM-ID. PILIHPILIH.
AUTHOR. FRIANTAMA.
ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION.
WORKING-STORAGE SECTION.
77 CHOICE PIC 9.
01 MAJALAH PIC X.
02 GUITARTAB VALUE 1.
02 BASSTAB VALUE 2.
02 MUSICART VALUE 3.
02 MANMUSIC VALUE 4.
01 KOMIK PIC X.
02 HAGEMARU VALUE 1.
02 CHIBICHAN VALUE 2.
02 DORAEMON VALUE 3.
02 IQSHAN VALUE 4.
01 NOVEL PIC X.
02 LUPUS VALUE 1.
02 JONI VALUE 2.
02 CONAN VALUE 3.
02 SHERRIF VALUE 4.
01 DVD PIC X.
02 THEDOCTOR VALUE 1.
02 MEDALION VALUE 2.
02 PROJECTD VALUE 3.
02 POLICES1 VALUE 4.
SCREEN SECTION.
01 HAPUS-LAYAR.
02 BLANK SCREEN.
01 TOP-BUYS.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE
'TOP BUYS CATEGORIES'.
02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.
MAJALAH' HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.
COMIC' REVERSE-VIDEO.
02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.
NOVEL' BLINK.
02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE
'4. DVD' UNDERLINE.
01 MAJALAH-CATEGORIES.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE
'MAJALAH'.
02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.
GUITARTAB' HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.
BASSTAB' REVERSE-VIDEO.
02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.
MUSICART' BLINK.
02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.
MANMUSIC' UNDERLINE.
01 KOMIK-CATEGORIES.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE
'KOMIK'.
02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.
HAGEMARU' HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.
CHIBICHAN' REVERSE-VIDEO.
02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.
DORAEMON' BLINK.
02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.
IQSHAN' UNDERLINE.
01 NOVEL-CATEGORIES.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE
'NOVEL'.
02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.
LUPUS' HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.
JONI' REVERSE-VIDEO.
02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.
CONAN' BLINK.
02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.
SHERRIF' UNDERLINE.
01 DVD-CATEGORIES.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 2 COLUMN 25 VALUE
'DVD'.
02 LINE 5 COLUMN 25 VALUE '1.
THEDOCTOR' HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 25 VALUE '2.
MEDALION' REVERSE-VIDEO.
02 LINE 9 COLUMN 25 VALUE '3.
PROJECTD' BLINK.
02 LINE 11 COLUMN 25 VALUE '4.
POLICES1' UNDERLINE.
PROCEDURE DIVISION.
MULAI.
PERFORM INPUT-PILIHAN.
SELESAI.
STOP RUN.
INPUT-PILIHAN.
DISPLAY TOP-BUYS.
DISPLAY SPACE.
DISPLAY (13,25) 'WHAT
CATEGORIES?(1..4)(ESC/ENTER
FOR EXIT)'.
ACCEPT (13,25) CHOICE WITH
AUTO-SKIP.
DISPLAY SPACE.
GO TO 1, 2, 3, 4 DEPENDING ON
CHOICE.
DISPLAY (20,5) 'PRESS ENTER
FOR EXIT'.
MOVE SPACE TO CHOICE.
ACCEPT (20, ) CHOICE WITH
AUTO-SKIP.
1.
DISPLAY MAJALAH-CATEGORIES.
DISPLAY SPACE.
DISPLAY (13,25) 'APA MAJALAH
YANG ANDA INGIN BELI?(1..4)'.
ACCEPT MAJALAH.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
IF MAJALAH = 1
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
MAJALAH GUITAR TAB'.
IF MAJALAH = 2
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
MAJALAH BASS TAB'.
IF MAJALAH = 3
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
MAJALAH MUSIC ART'.
IF MAJALAH = 4
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
MAJALAH MAN MUSIC'.
GO TO BACK-TO-MAINMENU.
2.
DISPLAY KOMIK-CATEGORIES.
DISPLAY SPACE.
DISPLAY (13,20) 'APA KOMIK
YANG INGIN ANDA BELI?(1..4)'.
ACCEPT KOMIK.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
IF KOMIK = 1
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
KOMIK HAGEMARU'.
IF KOMIK = 2
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
KOMIK CHIBI CHAN'.
IF KOMIK = 3
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
KOMIK DORAEMON'.
IF KOMIK = 4
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
KOMIK IQ SHAN'.
GO TO BACK-TO-MAINMENU.
3.
DISPLAY NOVEL-CATEGORIES.
DISPLAY SPACE.
DISPLAY (13,25) 'APA NOVEL
YANG INGIN ANDA BELI?(1..4)'.
ACCEPT NOVEL.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
IF NOVEL= 1
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
NOVEL LUPUS'.
IF NOVEL = 2
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
NOVEL JONI'.
IF NOVEL = 3
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
NOVEL CONAN'.
IF NOVEL = 4
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
NOVEL SHERRIF'.
GO TO BACK-TO-MAINMENU.
4.
DISPLAY DVD-CATEGORIES.
DISPLAY SPACE.
DISPLAY (13,25) 'APA DVD YANG
INGIN ANDA BELI?(1..4)'.
ACCEPT DVD.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
IF DVD = 1
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
DVD THE DOCTOR'.
IF DVD = 2
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
DVD MEDALION'.
IF DVD = 3
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
DVD PROJECT D'.
IF DVD = 4
DISPLAY (7,25) 'SAYA BELI
DVD POLICE STORY 1'.
GO TO BACK-TO-MAINMENU.
BACK-TO-MAINMENU.
DISPLAY (20,5) 'PRESS ENTER FOR BACK TO MAIN MENU'.
ACCEPT (20, ) CHOICE WITH AUTO-SKIP.
GO TO INPUT-PILIHAN.
