Minggu, 30 Mei 2010

Sedikit info yang belum tahu nih....membanggakan bwt kita

Dua Helikopter Tempur Rusia Tiba di Halim

Dua helikopter tempur Mi-35 dan Mi-17 yang dibeli dari Rusia tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (15/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangan dua heli tempur yang diangkut pesawat Antonov ini molor beberapa jam dari jadwal semula, yakni dini hari tadi. Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Logistik Wijarnako Puspoyo dan Komandan Penerbang Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Arifin menyaksikan langsung penurunan bagian heli. Heli tempur dan angkut ini nantinya akan digunakan untuk mendukung operasi TNI Angkatan Darat di udara.

Kedatangan dua heli tempur Mi-35 dan Mi-17 ini melengkapi seluruh pesanan Indonesia atas kontrak imbal dagang dengan Rusia. Sebelumnya empat pesawat tempur Sukhoi telah tiba lebih dahulu di Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur Dengan tambahan pengadaan peralatan sistem pertahanan (alutsista) itu, diharapkan kekuatan TNI di darat, laut maupun udara akan semakin maksimal.

Hingga saat ini, TNI sudah menyiapkan sebanyak delapan pilot dan sejumlah teknisi untuk dua heli itu. Nantinya, helikopter yang berdaya jelajah tinggi ini akan ditempatkan di Skuadron 11 Helikopter Serbu Lapangan Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Selain Indonesia, Anggola dan Irak juga dikabarkan memakai helikopter sejenis.

Keberadaan helikopter serbu Mi-35 ini tampaknya akan menjadi andalan TNI AD dalam membantu gerak maju Kesatuan Infanteri di darat. Sebab, persenjataan pendukung lain, seperti tank, panser, dan meriam akan sulit bergerak di medan belantara dan berbukit di wilayah Indonesia.

TNI belum pernah memiliki helikopter tempur. Helikopter yang dimiliki Indonesia adalah jenis Bell-421 dan Bolkow. Keduanya adalah jenis helikopter biasa yang digunakan untuk melayani pengiriman pasukan dan distribusi logistik serta evaluasi. Senapan mesin yang melengkapi helikopter ini pun hanya merupakan fitur tambahan untuk pertahanan diri.

Mi-35 adalah helikopter yang sengaja dirancang untuk misi-misi tempur, seperti untuk operasi gerilya. Helikopter ini didesain untuk menandingi kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat yang sudah melegenda, AH-64 Apache. Mi-35 dilengkapi senjata andalan, antara lain kanon laras ganda GSH-30K kaliber 30 milimeter dengan 750 peluru siap tembak.

Seperti diketahui, April silam, pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani kontrak imbal dagang senilai US$ 192,9 juta antara dua pesawat Sukhoi Su-27sk dan dua Su-30mk serta dua helikopter Mi35 dan komoditas manufaktur berupa minyak kelapa sawit mentah atau CPO, karet, dan minyak kelapa. Hingga saat ini, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik telah membayar sebesar US$ 26 juta atau setara dengan Rp 220 miliar. Dana itu pinjaman dari Bank Bukopin

Ban perlu perhatian juga loh...

TIPS MEMILIH, MEMELIHARA DAN MERAWAT BAN MOTOR

Dikalangan bikers ban merupakan peranti standar yang wajib ada, banyak pilihan dalam memilih ban mulai dari jenis tubeless dan pakai ban dalam atau tidak. Kesulitan dalam memilih bertambah kian maraknya merk ban dan jenis kembangannya istilah kerennya Pattern.
Langkah awalnya yang sederhana adalah memilih ban yang dibannya terdapat label SNI. Untuk mendapatkan label SNI ini perusahaan ban maupun import harus melakukan pengujian dilaboraturium yang telah ditunjuk di Indonesia. Sample diambil dari pabrik ataupun yang ada dipasaran kemudian disegel sedemikian rupa lalu dikirim kelaboratorium. Pada umumnya pengujian bersifat destruktif (merusak). Ini untuk mengetahui tingkat kemampuan ban itu sendiri. Banyak keuntungan bila kita memilih ban dengan label SNI.
Pertama, safety. Hal ini menjadi kita lebih yakin mempergunakannya
Kedua, produk dalam negeri akan lebih terlindungi. Dalam arti keran impor tidak terbuka lebar-lebar tanpa kualifikasi. Ada beberapa kasus mengenai ban tidak terangkat kepermukaan, ini lebih dikarenakan terlalu mudahnya masukkan barang dan tentu saja murahnya ban tersebut, murah tentu saja terkait dengan harga. Namun pentingkah itu jika dikaitkan dengan nyawa ? sungguh terlalu…
Perbedaan harga tidak tepaut jauh bila dibandingkan dengan ban standar, tentu saja pabrik ban telah memperhitungkan hal ini. Jadi jangan kuatir kemahalan, harga biasanya mempermainkan adalah penjualnya.
• Mempertahankan ban standar adalah solusi bijak. Jika memang basah atau hujan menjadi perhatian utama maka ban dengan karakter kontak area yang lebar akan menjadi pilihan terbaik. Mungkin untuk jenis bebek 100-150 cc ban belakang menggunakan 80/90-17, 90/90 atau 90/80-17 atau 100/70 or 100/80-17
• Untuk jenis sport 150-250cc, 100/80, 120/80 atau 130/70 merupakan alternative yang menarik
• Khusus range tapak 100 keatas sesuaikan dengan velg yang ada. Untuk profile sesuai yang diharapkan mesti dipasangkan velg yang tepat, jika tidak maka percuma karena karakter handling yang diharapkan tidak akan maksimal. Jika velg lebih kecil dari yang seharusnya tapak ban akan meruncing.
• Kembangan, bila ingin terlihat keren, bilang aja pattern. Dijamin sampeyan mirip bule yang bikin ban Michelin. Mungkin untuk pengguna harian unsure fashion lebih dominan. Sepanjang pattern cukup streamline, terlihat aliran bagus maka system pembuangan air akan bagus pula. Karakter blok dapat ditemui pada ban tipe off road ataupu yang menganut dua medan. Tanah bisa aspal oke. Tipe ini memiliki bentuk pattern dengan disusun oleh knob agar memiliki tekanan kedalam tanah yang labil untuk mencapai lapisan yang stabil, missal tanah merah berlumpur. Dasar tanah ada yang keras namun lapisan atas sangat labil (Lumpur). Namun ada beberapa karakter blog dengan kedalaman groove yang tidak terlalu dalam juga maksimal untuk jalan basah.
• Tekanan ban, terdapat salah kaprah yang ada pada saat ini. Dengan mengurangi angin, ditabloid otomotif pun menganjurkannya beberapa edisi lalu. Hal ini lebih memberi kesan ban lebih lebar dengan harapan akan lebih menapak dengan sempurna. Pada kenyataannya bentuk profile center tread membelah sehingga bagian tengah dari ban tersebut tidak memiliki tekanan ban yang sempurna ke aspal. Justru hal ini akan membahayakan disebabkan respon pengereman akan berkurang. Untuk amannya untuk mengisi angin sesuai anjuran pabrik…

Sabtu, 29 Mei 2010

Pengertian&Peran UANG,BANK

Pengertian UANG,BANK peran & pengertian


Pengertian Uang

UANG
Dari jaman dahulu masyarakat sudah mengetahui mengenai perdagangan, diawali dari perdagangan dengan cara barter dan sampai saat ini orang sudah mendapatkan alat bantu yang disebut uang dalam memudahkan pertukaran.

Uang yang dimiliki tiap negara berbeda-beda dan mempunyai nilai. Dengan memiliki nilai, maka  dapat diukur perbandingan mata uang tiap-tiap negara.
Beberapa ahli mendefinisikan uang sebagai berikut:
Uang adalah sebagai alat tukar (A.C. Pigou), yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang  (D.H. Robertson)  dan pembelian jasa serta kekayaan berharga lainnya dan dapat digunakan untuk pembayaran utang (R.G. Thomas).
Secara umum uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui masyarakat sebagai alat perantara dalam kegiatan tukar menukar barang dan jasa, dan sebagai alat penghitung kekayaan.
Berdasarkan pengertian mengenai uang, maka kita dapat mengetahui syarat suatu benda dapat dijadikan uang, yaitu:
  1. dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)
  2. tidak mengalami perubahan dan tidak cepat rusak (durability)
  3. nilainya tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)
  4. praktik dan mudah dibawa kemana-mana (portability)
  5. mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  6. kualitasnya relatif sama (uniformity)
  7. jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity)
Dari beberapa pengertian mengenai uang, maka uang dapat dibedakan berdasarkan jenisnya yaitu:

 

Pengertian Bank

Sumber tulisan ini dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dan enskopledia dunia maya












Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.

Pengertian

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.[3] Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung[3]. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.[3] Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat.[3] Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.[3] Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.[3]bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE

Sejarah Perbankan

Asal Mula Perbankan

Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis akan tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang.Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika]] dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika.[ Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang.Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang.Dalam perjalanan sejarah kerajaan di masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan.Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya.Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Sejarah Perbankan di Indonesia

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda.Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain
  1. De Javasce NV.
  2. De Post Poar Bank.
  3. Hulp en Spaar Bank.
  4. De Algemenevolks Crediet Bank.
  5. Nederland Handles Maatscappi (NHM).
  6. Nationale Handles Bank (NHB).
  7. De Escompto Bank NV.
  8. Nederlansche Indische Handelsbank
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank
  2. Bank Nasional indonesia.
  3. Bank Abuan Saudagar.
  4. NV Bank Boemi.
  5. The Chartered Bank of India, Australia and China
  6. Hongkong & Shanghai Banking Corporation
  7. The Yokohama Species Bank.
  8. The Matsui Bank.
  9. The Bank of China.
  10. Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP), didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung
  2. Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI '46.
  3. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
  4. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
  5. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
  6. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
  7. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
  8. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
  9. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
  10. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.
Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari'ah, dan juga BPR Syari'ah (BPRS).
Masing-masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya.

Doktrin Bank Berjuang

Bank Pemerintah

Melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/M/61 tanggal 6 Januari 1961 yang melarang pengumuman dan penerbitan angka-angka statistik moneter/perbankan, maka antara tahun 1960-1965, Bank Indonesia tidak menerbitkan laporan tahunan, termasuk data statistik mengenai kliring dan perhitungan sentral.
Pada 5 Juli 1964, atas dasar pertimbangan politik untuk mempermudah komando di bidang perbankan untuk menunjang Pembangunan Semesta Berencana , selanjutnya pada tahun 1965 pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengintegrasikan seluruh bank-bank pemerintah ke dalam satu bank dengan nama Bank Negara Indonesia, prakarsa pengintegrasian bank pemerintah ini berasal dari ide Jusuf Muda Dalam, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Bank Sentral/Gubernur Bank Indonesia - yang baru diangkat dari jabatan semula Presiden Direktur BNI - dan disetujui oleh Presiden Soekarno. Ide dasarnya adalah menjadikan perbankan sebagai alat revolusi dengan motto Bank Berdjoang di bawah pimpinan Pemimpin Besar Revolusi. Nama Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank tunggal, diusulkan oleh Jusuf Muda Dalam sendiri. Hasilnya adalah lahirnya struktur baru Bank Berdjoang ini menjadikan;
Bank Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit I;
Bank Koperasi Tani dan Nelayan serta Bank Eksim Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II;
Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit III;
Bank Umum Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan
Bank Tabungan Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit V.
Akan tetapi tidak semua bank pemerintah berhasil diintegrasikan ke dalam Bank Berdjoang yakni Bank Dagang Negara (BDN) dan Bapindo. Luputnya BDN dari proses pengintegrasian ini terutama karena Presiden Direktur BDN J.D. Massie saat itu menjabat sebagai Menteri Penertiban Bank-bank Swasta Nasional yang tentu mempunyai cukup punya pengaruh untuk berkeberatan atas penyatuan BDN dengan bank-bank lainnya. Massie beralasan bahwa kebijakan ini akan membingungkan koresponden bank di luar negeri untuk penyelesaian L/C ekspor maupun impor karena nama bank yang sama.Sementara, Bapindo tidak terintegrasi ke dalam Bank Berjuang karena bank ini dibawah Dewan Pembangunan yang diketuai Menteri Pertama Urusan Pembangunan dengan anggota-anggota Menteri Keuangan, yang juga Ketua Dewan Pengawas Bapindo, dan Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota.Dengan demikian, melalui kedudukannya itu, pengaruh Bapindo cukup kuat untuk menghalangi terintegrasi ke dalam BNI.

Bank Swasta

Pada tahun 1965 pemerintah hendak mengabungkan seluruh bank swasta atau bank asing dalam Bank Pembangunan Swasta sebagai satu-satunya bank penghimpun dan penyalur dari semua dana-dana progresif di sektor swasta dan alat-alat yang dapat dipergunakan Pembangunan Semesta Berencana Wikisource-logo.svg dan rencana-rencana lain yang ditentukan oleh Presiden Republik Indonesia.

Sejarah Bank Pemerintah

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Pada 1958, pemerintah melakukan nasionalisasi bank milik Belanda mulai dengan Nationale Handelsbank (NHB) selanjutnya pada tahun 1959 yang diubah menjadi Bank Umum Negara (BUNEG kemudian menjadi Bank Bumi Daya) selanjutnya pada 1960 secara berturut-turut Escomptobank menjadi Bank Dagang Negara (BDN) dan Nederlandsche Handelsmaatschappij (NHM) menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) dan kemudian menjadi Bank Expor Impor Indonesia (BEII).
Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu :
  • Bank Sentral
    Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999.Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951.
  • Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor
    Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi:
  1. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968.
  2. Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.
  • Bank Negara Indonesia (BNI '46)
    Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia '46.
  • Bank Dagang Negara(BDN)
    BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit.
  • Bank Bumi Daya (BBD)
    BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya.
  • Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
  • Bank Pembangunan Daerah (BPD)
    Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962.
  • Bank Tabungan Negara (BTN)
    BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.
  • Bank Mandiri
    Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.

Tujuan jasa perbankan

Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara.Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan.Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit.Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.
Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.

Perusahaan Pemegang Sepuluh Besar Bank Berdasarkan Keuntungan di Tahun 2003 (Dalam Dolar AS)

  1. Citigroup — 20 milyar
  2. Bank of America — 15 milyar
  3. HSBC — 10 milyar
  4. Royal Bank of Scotland — 8 milyar
  5. Wells Fargo — 7 milyar
  6. JPMorgan Chase — 7 milyar
  7. UBS AG — 6 milyar
  8. Wachovia — 5 milyar
  9. Morgan Stanley — 5 milyar
  10. Merrill Lynch — 4 milyar

Jenis-jenis bank dan fungsinya

Tiga kelompok utama Institusi keuangan - bank komersial, lembaga tabungan, dan credit unions - yang juga disebut lembaga penyimpanan karena sebagian besar dananya berasal dari simpanan nasabah. Bank-bank komersial adalah kelompok terbesar lembaga penyimpanan bila diukur dengan besarnya aset. Mereka melakukan fungsi serupa dengan lembaga-lembaga tabungan dan credit unions, yaitu, menerima deposito (kewajiban) dan membuat pinjaman ( Namun, mereka berbeda dalam komposisi aktiva dan kewajiban, yang jauh lebih bervariasi).
Perbandingan konsentrasi aset ukuran bank, menunjukkan bahwa konsolidasi perbankan tampaknya telah mengurangi pangsa aset bank paling kecil ( aset di bawah $ 1 miliar).Bank-bank ini - dengan aset dibawah $ 1 milliar - cenderung mengkhususkan diri pada ritel atau consumer banking, seperti memberikan hipotek perumahan, kredit konsumen dan deposito lokal.Sedangkan aset bank yang relatif lebih besar (dengan aset lebih dari $ 1 miliar), terdiri dari dua kelas adalah bank regional atau super regional. Mereka terlibat dalam grosir yang lebih kompleks tentang kegiatan komersialperbankan, meliputi kredit konsumen dan perumahan serta pinjaman komersial dan industri (D & I Lending), baik secara regional maupun nasional.Selain itu, bank - bank besar memiliki akses untuk membeli dana (fund) - seperti dana antar bank atau dana pemerintah ( federal funds)- untuk membiayai pinjaman dan kegiatan investasi mereka. Namun, beberapa bank yang sangat besar memiliki sebutan yang berbeda, yaitu Bank Sentral.[ Saat ini, lima organisasi perbankan membentuk kelompok Bank Sentral,yaitu: Bank New York , Deutsche Bank( melalui akuisisi bankir-bankir saling mempercayai), Citigroup, JP Morgan , dan Bank HSBC di Amerika Serikat.Namun, jumlahnya telah menurun akibat megamergers. Penting untuk diperhatikan bahwa, aset atau pinjaman tidak selalu menjadi indikator suatu bank adalah bank sentral. Tapi, gabungan dari lokasi dengan ketergantungan pada sumber nondeposit atau pinjaman dana.

Jasa - jasa perbankan

Jasa – jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung.Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut :
  • Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah
  • Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah
  • Jasa pengiriman uang ( transfer )
  • Jasa penagihan ( inkaso )
  • Penjualan mata uang asing
  • Penyimpanan dokumen
  • Jasa cek wisata
  • Kartu kredit
  • Jasa – jasa yang ada di pasar modal seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.
  • Jasa Letter of Credit ( L/C)
  • Bank garansi dan referensi bank
  • Jasa bank lainnya.


analisa pendapatan

ANALISA PENDAPATAN NASIONAL 
DILIHAT DARI HUBUNGAN EKONOMI , INFLASI & PENGANGSURAN

Dalam hal ini, saya melihat dari contoh tulisan penelitian pemilik blog ini : //syafaahrestuninghayati.blogspot.com/, dia membuat penulisan dari hasil penkalkulasiannya.

Produksi Nasional atau Pendapatan Nasional adalah nilai yang menggambarkan dari kegiatan (aktivitas) ekonomi secara nasional pada periode tertentu.
Konsep Pendapatan Nasional :
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk Domesti Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga asing) suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
2. Produk Nasional Bruto (PNB)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
GNP = GDP – (Produk Netto terhadap luar negeri)
3. Produk Nasional Netto (PNN)
Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (Penyusutan + Barang pengganti modal)
4. Pendapatan Nasional Netto (bersih)
Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
5. Pendapatan Perseorangan
Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial dan lain-lainnya.

 Tabel Produk Domestik Bruto
PRODUK DOMESTIK BRUTO
TAHUN DASAR 2000

TAHUN
HARGA KONSTAN
HARGA BERLAKU


PDB
(Milyar Rp.)
PERTUMBUHAN
(%)
PDB NON MIGAS
PERTUMBUHAN
(%)
PDB
(Milyar Rp.)
PDB NON MIGAS

1999

379.557,80
-
345.732,80
1,09
1.109.979,50
1.003.590,70

TW 1
94.579,00
5,28
85.927,10
5,88
277.834,20
255.820,70

TW 2
93.593,50
-1,04
85.478,00
-
273.814,20
250.047,00

TW 3
96.410,20
3,01
87.912,20
2,85
277.900,30
249.853,10

TW 4
94.975,10
-1,49
86.415,50
-1,70
280.430,30
247.869,90

2000

1.389.769,90
-
1.218.334,10
-
1.389.769,90
1.218.334,10

TW 1
342.852,40
-
299.046,90
-
325.958,60
289.865,30

TW 2
340.865,20
-
300.036,60
-
336.967,10
298.189,40

TW 3
355.289,50
4,23
312.223,90
4,06
360.701,60
314.523,70

TW 4
350.762,80
-1,27
307.026,70
-1,66
366.142,60
315.755,70

2001

1.440.405,70
3,64
1.278.060,00
4,90
1.646.322,00
1.467.642,30

TW 1
356.114,90
1,53
313.832,40
2,22
386.648,80
341.696,30

TW 2
360.533,00
1,24
321.391,00
2,41
416.069,90
366.288,60

TW 3
367.517,40
1,94
327.908,50
2,03
426.828,30
383.004,00

TW 4
356.240,40
-3,07
314.928,10
-3,96
416.775,00
376.653,40

2002

1.505.216,40
4,50
1.344.906,30
5,23
1.821.833,40
1.659.081,40

TW 1
368.650,40
3,48
327.440,00
3,97
436.975,10
399.139,30

TW 2
375.720,90
1,92
336.582,00
2,79
450.640,40
411.463,10

TW 3
387.919,60
3,25
348.044,60
3,41
472.136,10
430.994,40

TW 4
372.925,50
-3,87
332.839,70
-4,37
462.081,80
417.484,60

2003

1.577.171,30
4,72
1.421.474,80
5,62
2.013.674,60
1.840.854,90

TW 1
386.743,90
3,16
347.907,80
3,91
516.820,10
466.337,70

TW 2
394.620,50
2,04
356.136,90
2,37
515.704,50
471.132,50

TW 3
405.607,60
2,78
366.198,50
2,83
530.011,30
485.021,70

TW 4
390.199,30
-3,80
351.231,60
-4,09
524.221,80
477.727,10

2004

1.656.516,80
5,03
1.506.296,60
5,97
2.295.826,20
2.083.077,90

TW 1
402.597,30
3,18
364.906,50
3,89
536.605,30
490.625,70

TW 2
411.935,50
2,32
374.558,40
2,65
564.422,10
514.874,00

TW 3
423.852,30
2,89
386.240,10
3,12
595.320,60
537.892,20

TW 4
418.131,70
-1,35
380.591,60
-1,46
599.478,20
539.686,00

2005

1.750.656,10
5,68
1.605.247,60
6,57
2.784.960,40
2.467.957,70

TW 1
427.003,00
2,12
390.330,90
2,56
635.102,80
572.018,90

TW 2
436.110,00
2,13
400.113,50
2,51
673.797,40
599.526,90

TW 3
448.492,50
2,84
412.108,30
3,00
716.600,70
632.111,80

TW 4
439.050,60
-2,11
402.694,90
-2,28
759.459,50
664.300,10

2006

1.846.654,90
5,48
1.703.086,00
6,09
3.338.195,70
2.976.677,30

TW 1
448.276,80
2,10
412.675,30
2,48
783.040,90
695.721,60

TW 2
457.724,70
2,11
421.868,10
2,23
812.808,30
722.600,40

TW 3
474.797,50
3,73
439.200,90
4,11
869.022,90
777.910,80

TW 4
465.855,90
-1,88
429.341,70
-2,24
873.323,60
780.444,50

2007

0,00
-
0,00
-
0,00
0,00

TW 1
475.046,70
1,97
439.389,40
2,34
919.287,60
828.444,80

TW 2
486.483,30
2,41
451.126,00
2,67
962.501,70
868.045,40

TW 3
505.761,20
3,91
469.652,90
4,04
1.023.791,70
924.316,00

TW 4
495.089,80
-2,15
459.409,50
-2,23
1.041.089,90
927.039,50

2008

0,00
-
0,00
-
0,00
0,00

TW 1
505.915,80
2,19
470.392,30
2,39
1.122.075,90
1.000.952,20

TW 2
518.248,80
2,44
482.801,30
2,64
1.230.914,10
1.090.886,50

TW 3
536.873,10
3,59
500.707,80
3,71
1.343.754,00
1.199.183,80








Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah Departemen Perdagangan
Keterangan :
*) Angka sementara
**) Angka sangat sementara
***) Angka sangat sangat sementara

 Laporan Perekonomian Indonesia
Tanggal
Judul
Hits
07-04-2008
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2007
25088
15-03-2007
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2006
4687
15-03-2006
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2005
3752
31-03-2005
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2004
3443
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2003
2825
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2002
2550
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2001
2452
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2000
2903
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 1998/1999
3874

Analisis Pendapatan Nasional tahun 2005 - 2008
Berdasarkan salah satu konsep pendapatan nasional (GDP/Gross Domestic Product) mencerminkan bahwa pendapatan nasional tahun 2005-2008 terus melaju naik. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi nasional mengalami peningkatan dan mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat kian bertambah. Hal ini berpengaruh besar terhadap kemakmuran warga masyarakat.
Ketika pendapatan warga masyarakat meningkat, maka mereka akan melakukan saving lebih besar lagi, dan ini akan menambah jumlah investasi. Jika jumlah investasi bertambah, pendapatan nasional akan meningkat. Akan tetapi hanya saving yang dilakukan disuatu keuangan atau bank saja yang dapat di investasikan. Saving yang dilakukan di rumah, dalam lemari. Apalagi di bawah bantal, tidak dapat di investasikan.sebab termasuk uang pasif.
Pemerataan pendapatan sangat penting. Sebab distribusi yang kurang merata akan menimbulkan ketimpangan pendapatan dalam perekonomian serta menimbulkan penyakit-penyakit ekonomi lainnya, seperti inflasi dan pengangguran.
Jumlah investasi yang banyak akan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang akan menyerap tenaga kerja dan menanggulangi melonjaknya angka pengangguran. Demikian, pengangguran tidak dapat di bersihkan secara tuntas. Setiap negara pasti mengalami masalah pengangguran meskipun prosentasinya kecil. Hal ini akan selalu terjadi, sebab untuk menghilangkan tingkat pengangguran akan dapat menimbulkan dampak negatif lain yaitu tingkat inflasi muncul.

Kesimpulan
Berdasarkan laporan perekonomian Indonesia tahun 2005-2008, tingkat pendapatan nasional bertambah seiring meningkatnya PDB (Produk Domestik Bruto) yang merupakan keseluruhan jumlah output warga masyarakat berupa barang dan jasa.
Beberapa konsep yang digunakan dalam pengukuran pendapatan nasional antaralain:
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
2. Produk Nasional Bruto (PNB)
3. Produk Nasional Netto (PNN)
4. Pendapatan Nasional Netto (bersih)
5. Pendapatan Perseorangan
Meningkatnya pandapatan nasional diharapkan bisa memperbaiki taraf hidup warga masyarakat, serta mengendalikan tingkat pengangguran agar tidak melonjak naik. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbesar investasi negara, yang beratsar pada perluasan lapangan kerja. Distribusi pendapatan juga harus dilakukan secara tepat agar merata dan tidak terjadi kesenjangan.