Sabtu, 29 Mei 2010

analisa pendapatan

ANALISA PENDAPATAN NASIONAL 
DILIHAT DARI HUBUNGAN EKONOMI , INFLASI & PENGANGSURAN

Dalam hal ini, saya melihat dari contoh tulisan penelitian pemilik blog ini : //syafaahrestuninghayati.blogspot.com/, dia membuat penulisan dari hasil penkalkulasiannya.

Produksi Nasional atau Pendapatan Nasional adalah nilai yang menggambarkan dari kegiatan (aktivitas) ekonomi secara nasional pada periode tertentu.
Konsep Pendapatan Nasional :
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk Domesti Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga asing) suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
2. Produk Nasional Bruto (PNB)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
GNP = GDP – (Produk Netto terhadap luar negeri)
3. Produk Nasional Netto (PNN)
Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (Penyusutan + Barang pengganti modal)
4. Pendapatan Nasional Netto (bersih)
Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
5. Pendapatan Perseorangan
Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial dan lain-lainnya.

 Tabel Produk Domestik Bruto
PRODUK DOMESTIK BRUTO
TAHUN DASAR 2000

TAHUN
HARGA KONSTAN
HARGA BERLAKU


PDB
(Milyar Rp.)
PERTUMBUHAN
(%)
PDB NON MIGAS
PERTUMBUHAN
(%)
PDB
(Milyar Rp.)
PDB NON MIGAS

1999

379.557,80
-
345.732,80
1,09
1.109.979,50
1.003.590,70

TW 1
94.579,00
5,28
85.927,10
5,88
277.834,20
255.820,70

TW 2
93.593,50
-1,04
85.478,00
-
273.814,20
250.047,00

TW 3
96.410,20
3,01
87.912,20
2,85
277.900,30
249.853,10

TW 4
94.975,10
-1,49
86.415,50
-1,70
280.430,30
247.869,90

2000

1.389.769,90
-
1.218.334,10
-
1.389.769,90
1.218.334,10

TW 1
342.852,40
-
299.046,90
-
325.958,60
289.865,30

TW 2
340.865,20
-
300.036,60
-
336.967,10
298.189,40

TW 3
355.289,50
4,23
312.223,90
4,06
360.701,60
314.523,70

TW 4
350.762,80
-1,27
307.026,70
-1,66
366.142,60
315.755,70

2001

1.440.405,70
3,64
1.278.060,00
4,90
1.646.322,00
1.467.642,30

TW 1
356.114,90
1,53
313.832,40
2,22
386.648,80
341.696,30

TW 2
360.533,00
1,24
321.391,00
2,41
416.069,90
366.288,60

TW 3
367.517,40
1,94
327.908,50
2,03
426.828,30
383.004,00

TW 4
356.240,40
-3,07
314.928,10
-3,96
416.775,00
376.653,40

2002

1.505.216,40
4,50
1.344.906,30
5,23
1.821.833,40
1.659.081,40

TW 1
368.650,40
3,48
327.440,00
3,97
436.975,10
399.139,30

TW 2
375.720,90
1,92
336.582,00
2,79
450.640,40
411.463,10

TW 3
387.919,60
3,25
348.044,60
3,41
472.136,10
430.994,40

TW 4
372.925,50
-3,87
332.839,70
-4,37
462.081,80
417.484,60

2003

1.577.171,30
4,72
1.421.474,80
5,62
2.013.674,60
1.840.854,90

TW 1
386.743,90
3,16
347.907,80
3,91
516.820,10
466.337,70

TW 2
394.620,50
2,04
356.136,90
2,37
515.704,50
471.132,50

TW 3
405.607,60
2,78
366.198,50
2,83
530.011,30
485.021,70

TW 4
390.199,30
-3,80
351.231,60
-4,09
524.221,80
477.727,10

2004

1.656.516,80
5,03
1.506.296,60
5,97
2.295.826,20
2.083.077,90

TW 1
402.597,30
3,18
364.906,50
3,89
536.605,30
490.625,70

TW 2
411.935,50
2,32
374.558,40
2,65
564.422,10
514.874,00

TW 3
423.852,30
2,89
386.240,10
3,12
595.320,60
537.892,20

TW 4
418.131,70
-1,35
380.591,60
-1,46
599.478,20
539.686,00

2005

1.750.656,10
5,68
1.605.247,60
6,57
2.784.960,40
2.467.957,70

TW 1
427.003,00
2,12
390.330,90
2,56
635.102,80
572.018,90

TW 2
436.110,00
2,13
400.113,50
2,51
673.797,40
599.526,90

TW 3
448.492,50
2,84
412.108,30
3,00
716.600,70
632.111,80

TW 4
439.050,60
-2,11
402.694,90
-2,28
759.459,50
664.300,10

2006

1.846.654,90
5,48
1.703.086,00
6,09
3.338.195,70
2.976.677,30

TW 1
448.276,80
2,10
412.675,30
2,48
783.040,90
695.721,60

TW 2
457.724,70
2,11
421.868,10
2,23
812.808,30
722.600,40

TW 3
474.797,50
3,73
439.200,90
4,11
869.022,90
777.910,80

TW 4
465.855,90
-1,88
429.341,70
-2,24
873.323,60
780.444,50

2007

0,00
-
0,00
-
0,00
0,00

TW 1
475.046,70
1,97
439.389,40
2,34
919.287,60
828.444,80

TW 2
486.483,30
2,41
451.126,00
2,67
962.501,70
868.045,40

TW 3
505.761,20
3,91
469.652,90
4,04
1.023.791,70
924.316,00

TW 4
495.089,80
-2,15
459.409,50
-2,23
1.041.089,90
927.039,50

2008

0,00
-
0,00
-
0,00
0,00

TW 1
505.915,80
2,19
470.392,30
2,39
1.122.075,90
1.000.952,20

TW 2
518.248,80
2,44
482.801,30
2,64
1.230.914,10
1.090.886,50

TW 3
536.873,10
3,59
500.707,80
3,71
1.343.754,00
1.199.183,80








Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah Departemen Perdagangan
Keterangan :
*) Angka sementara
**) Angka sangat sementara
***) Angka sangat sangat sementara

 Laporan Perekonomian Indonesia
Tanggal
Judul
Hits
07-04-2008
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2007
25088
15-03-2007
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2006
4687
15-03-2006
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2005
3752
31-03-2005
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2004
3443
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2003
2825
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2002
2550
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2001
2452
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2000
2903
23-06-2004
Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 1998/1999
3874

Analisis Pendapatan Nasional tahun 2005 - 2008
Berdasarkan salah satu konsep pendapatan nasional (GDP/Gross Domestic Product) mencerminkan bahwa pendapatan nasional tahun 2005-2008 terus melaju naik. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi nasional mengalami peningkatan dan mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat kian bertambah. Hal ini berpengaruh besar terhadap kemakmuran warga masyarakat.
Ketika pendapatan warga masyarakat meningkat, maka mereka akan melakukan saving lebih besar lagi, dan ini akan menambah jumlah investasi. Jika jumlah investasi bertambah, pendapatan nasional akan meningkat. Akan tetapi hanya saving yang dilakukan disuatu keuangan atau bank saja yang dapat di investasikan. Saving yang dilakukan di rumah, dalam lemari. Apalagi di bawah bantal, tidak dapat di investasikan.sebab termasuk uang pasif.
Pemerataan pendapatan sangat penting. Sebab distribusi yang kurang merata akan menimbulkan ketimpangan pendapatan dalam perekonomian serta menimbulkan penyakit-penyakit ekonomi lainnya, seperti inflasi dan pengangguran.
Jumlah investasi yang banyak akan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang akan menyerap tenaga kerja dan menanggulangi melonjaknya angka pengangguran. Demikian, pengangguran tidak dapat di bersihkan secara tuntas. Setiap negara pasti mengalami masalah pengangguran meskipun prosentasinya kecil. Hal ini akan selalu terjadi, sebab untuk menghilangkan tingkat pengangguran akan dapat menimbulkan dampak negatif lain yaitu tingkat inflasi muncul.

Kesimpulan
Berdasarkan laporan perekonomian Indonesia tahun 2005-2008, tingkat pendapatan nasional bertambah seiring meningkatnya PDB (Produk Domestik Bruto) yang merupakan keseluruhan jumlah output warga masyarakat berupa barang dan jasa.
Beberapa konsep yang digunakan dalam pengukuran pendapatan nasional antaralain:
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
2. Produk Nasional Bruto (PNB)
3. Produk Nasional Netto (PNN)
4. Pendapatan Nasional Netto (bersih)
5. Pendapatan Perseorangan
Meningkatnya pandapatan nasional diharapkan bisa memperbaiki taraf hidup warga masyarakat, serta mengendalikan tingkat pengangguran agar tidak melonjak naik. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbesar investasi negara, yang beratsar pada perluasan lapangan kerja. Distribusi pendapatan juga harus dilakukan secara tepat agar merata dan tidak terjadi kesenjangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar