| Dua helikopter tempur Mi-35 dan Mi-17 yang dibeli dari Rusia tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (15/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangan dua heli tempur yang diangkut pesawat Antonov ini molor beberapa jam dari jadwal semula, yakni dini hari tadi. Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Logistik Wijarnako Puspoyo dan Komandan Penerbang Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Arifin menyaksikan langsung penurunan bagian heli. Heli tempur dan angkut ini nantinya akan digunakan untuk mendukung operasi TNI Angkatan Darat di udara.
Kedatangan dua heli tempur Mi-35 dan Mi-17 ini melengkapi seluruh pesanan Indonesia atas kontrak imbal dagang dengan Rusia. Sebelumnya empat pesawat tempur Sukhoi telah tiba lebih dahulu di Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur Dengan tambahan pengadaan peralatan sistem pertahanan (alutsista) itu, diharapkan kekuatan TNI di darat, laut maupun udara akan semakin maksimal.
Hingga saat ini, TNI sudah menyiapkan sebanyak delapan pilot dan sejumlah teknisi untuk dua heli itu. Nantinya, helikopter yang berdaya jelajah tinggi ini akan ditempatkan di Skuadron 11 Helikopter Serbu Lapangan Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Selain Indonesia, Anggola dan Irak juga dikabarkan memakai helikopter sejenis.
Keberadaan helikopter serbu Mi-35 ini tampaknya akan menjadi andalan TNI AD dalam membantu gerak maju Kesatuan Infanteri di darat. Sebab, persenjataan pendukung lain, seperti tank, panser, dan meriam akan sulit bergerak di medan belantara dan berbukit di wilayah Indonesia.
TNI belum pernah memiliki helikopter tempur. Helikopter yang dimiliki Indonesia adalah jenis Bell-421 dan Bolkow. Keduanya adalah jenis helikopter biasa yang digunakan untuk melayani pengiriman pasukan dan distribusi logistik serta evaluasi. Senapan mesin yang melengkapi helikopter ini pun hanya merupakan fitur tambahan untuk pertahanan diri.
Mi-35 adalah helikopter yang sengaja dirancang untuk misi-misi tempur, seperti untuk operasi gerilya. Helikopter ini didesain untuk menandingi kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat yang sudah melegenda, AH-64 Apache. Mi-35 dilengkapi senjata andalan, antara lain kanon laras ganda GSH-30K kaliber 30 milimeter dengan 750 peluru siap tembak.
Seperti diketahui, April silam, pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani kontrak imbal dagang senilai US$ 192,9 juta antara dua pesawat Sukhoi Su-27sk dan dua Su-30mk serta dua helikopter Mi35 dan komoditas manufaktur berupa minyak kelapa sawit mentah atau CPO, karet, dan minyak kelapa. Hingga saat ini, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik telah membayar sebesar US$ 26 juta atau setara dengan Rp 220 miliar. Dana itu pinjaman dari Bank Bukopin
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar